Hakikat Muslimah
Sejenak merefleksikan diri, muhasabah diri saya sebagai seorang muslimah. Menjadi muslimah adalah hadiah terindah dari Allah bagi saya. Meski saya masih tertatih-tatih dan masih perlu banyak belajar untuk menjadi muslimah sejati, seorang wanita sholihah. Tujuan inti seorang muslimah yaitu menjadi "mar'atus sholihah", akan tetapi menjadi seperti ini butuh komitmen yang kuat karena banyak godaan, terdengar simple tapi sulit untuk dilakukan. Tapi kita tetap terus berusaha karena ini tugas utama kita sebagai seorang muslimah.
Menjadi wanita sholihah, berarti ketika menjadi seorang anak, dia bisa menjadi anak yang sholihah. Ketika menjadi istri, dia bisa menjadi istri yang sholihah. Dan ketika menjadi ibu, dia bisa menjadi ibu yang sholihah.
Terlihat begitu simple, tapi sangat sulit butuh kesadaran dan keikhlasan dalam menjalaninnya. Ketika menjadi seorang anak kita bisa menjadi anak yang sholihah dengan meniru Fatimah anak nabi muhammad S.A.W yang penurut, menentramkan hati kedua orang tuanya, taat kepada ibu-bapaknya dalam kebaikan dan bisa membahagiaakan kedua orang tua. Dan yang paling terpenting bisa menjadi ladang investasi amal jariah bagi kedua orang tuanya. Amin ya Robbi
Menjadi istri sholihah, sebagai wanita zaman now terasah sangat sulit dan jauh dibandingkan dengan siti khadijah yang istri yang mencintai Rosulullah secara totalitas, cinta seutuhnya semua apa yang dia punya, baik kasih sayang, cinta, dukungan, anak dan harta ia berikan buat Rosulluh dalam berjuang di jalan Allah. Bahkan karena cintanya khadijah kepada Rosulullah yang begitu besar ini membuat Rosulullah sangat mencintai khadijah. Sehingga ketika Khadijah meninggal Rosulullah merasa rapuh dan sangat kehilangan.
Sejatinya hakikat istri yang sholihah tercermin dari siti khadijah. Akan tetapi sebagai wanita modern saat ini masihkah bisa kita menjadi seorang 'khadijah' ketika godaan membuat kita lebih egois, tidak menghormati suami, mengutamakan karir dan impian kita semata (sebenarnya boleh sih asal suami meridhoi dan tidak menjadikan tugas utama kita sebagai istri tidak terbengkalai), dan saling tumbuh bersama dalam kebaikan, saling mengigatkan dalam kebaikan.
Secara teori kayaknya gampak tapi kalau dipraktekin mungkin agak susah tapi intinya kita harus mau istiqomah berproses dalam kebaikan (duh ini menurut pengamatan dan hasil baca buku, aku sendiri belum nikah)
Mudah-mudahan bisa jadi istri sholihah Amin.
Selanjutnya yaitu menjadi ibu sholihah, tahun 2015 kemarin saya pernah ikut sekolah pra nikah namanya madrasah muslimah (tahun ini pengen ikut acara ginian lagi buat nambah ilmu soal parenting), inti ilmunya yaitu anak adalah investasi amal terbesar (anak sholih/sholihah) dan untuk mendidik seorang anak menjadi sholihah, kita mulai dengan diri kita (calon ibu) menjadi baik dan itu harus dipersiapkan dari lama. Dari ketika ibunya masih remaja. (Tapi kalau telat gimana? InsyaAllah selalu ada kesempatan untuk merubah diri menjadi baik). Intinya sih kalau mau punya anak yang sholih/sholihah kita harus jadi orang tua yang sholih/sholihah.
Ibu yang sholihah yaitu dia memberikan cinta dengan tulus kepada anaknya, mendampingi saat tumbuh kembang anak, mendidik, melindungi, memelihara hingga dewasa, dan memberikan bekal ilmu agama yang kuat.
Semoga bisa menjadi wanita sholihah meski di hidup di zaman now.
Dan saya sedang berproses menjadi anak yang sholihah dan memperbaiki segala kekurang. Semoga dimudahkan jalannya untuk menjadi istri dan ibu bagi suami dan anak-anakku. Semoga disegerahkan saya ditemukan jodohnya ( ni agak galau nulisnya) Amin
Dan saya sedang berproses menjadi anak yang sholihah dan memperbaiki segala kekurang. Semoga dimudahkan jalannya untuk menjadi istri dan ibu bagi suami dan anak-anakku. Semoga disegerahkan saya ditemukan jodohnya ( ni agak galau nulisnya) Amin

Komentar
Posting Komentar