Belajar Digital Marketing untuk Pemula!


Pada blog kali ini aku mau jelasin tentang digital marketing yang aku dapatkan selama mengikuti pelatihan digital marketing tahun 2020 lalu dari Digital talent schoolarship bersama Digimind selama kurang lebih sebulan.

Namun, sebelum lebih jauh membahas tentang digital marketing secara umum. Aku mau jelasin pentingnya digital marketing saat ini, terutama bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Berdasarkan data dari website kominfo, UMKM sendiri merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia yang hampir menyerap 90% tenaga kerja di Indonesia. Namun, sayangnya hanya 3,79% UMKM yang Go Online.

Sementara di sisi lain, jumlah pengguna internet di Indonesia hampir 73,7% dari total penduduk Indonesia. Dan sangat meningkat di tengah pandemi. Melihat fakta tersebut ada peluang yang cukup menjanjikan jika #UMKM Go Online. Jadi bisa disimpulkan belajar digital marketing sangat penting untuk penggiat UMKM.

Apa Sih Digital Marketing?


Menurutku secara pribadi sebagai seseorang yang masih belajar dan awam, digital marketing adalah ilmu atau strategi apa saja yang kamu pelajari dan terapkan untuk meningkatkan trafik. 

Tujuannya bisa untuk meningkatkan penjualan dan branding sebuah produk atau jasa. Namun, digital marketing yang mau aku bahas lebih spesifik untuk UMKM. Lalu, kira-kira apa saja yang perlu kamu pelajari?

  1. Riset Market

Nah, pertama yang wajib kamu pelajari yaitu riset market. Jadi kamu harus menentukan kira-kira produk atau jasa apa yang ingin kamu buat? Jika masih bingung kamu bisa menentukannya berdasarkan 3 hal yaitu hobi atau keahlian, menawarkan solusi dari permasalahan yang ada, dan market atau produk kamu dibutuhkan oleh pasar.

Dan untuk menentukan market ini kamu bisa menggunakan tool berupa Google Keyword Planner, Ubersuggest, Google Trend, dan Market Place Produk Favorit.

Namun, jika kamu sudah memiliki sebuah produk atau jasa kamu tinggal melakukan riset kompetitor

  1. Copywriting

Kamu sering mendengar istilah copywriting atau content writing! Lalu, kira-kira apa bedanya? Keduanya merupakan proses menyusun kata-kata untuk tujuan spesifik yaitu penjualan. Perbedaanya, copywriting termasuk hard selling. Sedangkan content writing lebih ke soft selling.

Contoh copywriting biasanya bisa kita temukan pada copywriting di landing page, social media yang kata-katanya lebih padat tidak bertele-tele. 

Sementara untuk contoh content writing biasanya berupa artikel-artikel blog yang ada di website toko online atau company profile yang mengulas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan produk yang biasanya tujuannya lebih untuk mengedukasi pembaca.  


  1. Landing Page

Mungkin kamu sering mengklik link yang berada di email bisnis, social media, dan lainnya. Dan secara otomatis kamu akan dibawa di halaman website yang berisikan iklan online yang menjelaskan terkait  produk atau jasa secara padat, lengkap, dan informatif. Nah, halaman tersebut adalah landing page.

Landing page dibuat dengan memadukan visual yang menarik dan tulisan yang padat, detail, namun tetap informatif.  Isi landing page sendiri biasanya berupa informasi detail produk termasuk harga, variasi, keunggulan hingga diskon. Selain itu ada juga tombol pemesanan, testimoni pelanggan, form untuk mengisi calon pembeli, dan lainnya.

Sementara manfaat landing page diantaranya sebagai alat promosi online, menambah data lead, menambah database email, mengenal brand produk agar lebih terpercaya.

Untuk pembuatan landing page dengan mudah kamu bisa menggunakan plugin Elementor untuk Wordpress. Atau kamu bisa membeli tema landing page dengan harga terjangkau sesuai niche produk atau jasa.

4. Search Engine Optimize (SEO)

Ingin website kamu masuk ke halaman utama Google? Salah satu caranya dengan mengoptimasi SEO Wordpress. Berikut langkah-langkahnya:

a. Mencari target keyword 

b. Melakukan Optimasi SEO on page. 

Mengoptimalkan SEO on page pada Wordpress untuk pemula. Caranya :

  1. Install plugin yoast SEO.

  2. Memeriksa pengaturan Search Engine Visibility

  3. Memasang Google Analytic

  4. Memasang Google Search Console untuk memberikan data performa website yang dihasilkan dari pencarian organik. Selain itu juga memberikan informasi terkait sumber backlink, broken link, hingga identifikasi keamanan situs.

  5. Menambahkan SiteMaps XML fungsinya agar situs dapat dengan mudah terindeks oleh mesin pencari.

  6. Menerapkan target keyword pada SEO Title, Meta Description, nama gambar, hingga konten atau artikel SEO friendly.

  7. Mengoptimasi keamanan situs, salah satunya dengan memasang SSL/https

  8. Mengoptimasi kecepatan situs, salah satu caranya dengan meminimalisir penggunaan plugin yang tidak penting.

  9. Menggunakan kategori dan tag yang benar.

  10. Membuat konten yang berkualitas, original, bermanfaat, dan insigh menarik.

  11. Membiasakan menggunakan internal link (artikel terkait), minimal gunakan 3 internal link di setiap artikel.

c. Optimasi Seo off page

Untuk mengoptimasi SEO of page secara natural bisa dilakukan dengan menautkan link website ke situs-situs populer seperti Kompasiana, Kaskus, Medium, Quora, Pinterest, dan bisa di share ke sosial media lainnya yang memiliki trafik pengunjung yang tinggi.

5. Search Engine Marketing (SEM)

Selain optimasi SEO, untuk menjangkau target market yang sesuai sasaran. Kamu bisa gunakan bantuan SEM atau iklan. Diantaranya Google Ads, Facebook Ads, Instagram Ads, dan lainnya.

Oke, sekian semoga bermanfaat. Dan alhamdulillah dapat merchandise dari hasil pelatihan DTS :)

Nb: Masih belajar dan semoga belum ketinggalan zaman menginggat perkembangan digital marketing yang cukup pesat. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejahatan Komputer di Indonesia dan Upaya Pencegahannya

12 Kebiasaan Sederhana Sehari-hari Versiku