Tentang Pejuang Pencari Nafkah Halal

Sebelum Ramadhan aku sempatkan melihat orang jualan. Lebih aku ingat perjuangan bapakku jualan pentol 8 kilo gram udah 33 tahun. Diumurnya yang udah kepala enam sempat kasihan. Cuma aku berpikir apa aku bisa meneruskan perjuangan bapakku. Mengais rezeki halal demi anak-anaknya. Belum sorenya ke sawah. Kadang kasihan. Ibukku juga udah tua sekarang lebih suka banyak ibadah ketimbang ke sawah. Dulu waktu kami masih kuliah ibukku rajin ke sawah padahal ibukku cantik. Kami pekerja keras dan pejuang pencari nafkah halal. Semoga bisa mengikuti jejak bapakku pejuang pencari nafkah halal dan pekerja keras. Aku berpikir beberapa hari sebelum Ramadhan apakah aku bisa melanjutkan perjuangan bapak?. Bapak juga orang yang sangat sabar. Pantas ibukku pilih bapakku. 

Tapi adikku dua udah jadi guru dan yang satu pegawai swasta nanti aku jadi ibu rumah tangga. Aku harusnya bersyukur. Aku sekarang jadi CEO atau menajer keluarga. Soalnya dari kecil udah bantu buat pentol dari SMP. Kadang gak gengsi ikut ke sawah cuma lihat-lihat soalnya gak bisa bertani bisanya penulis lepas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejahatan Komputer di Indonesia dan Upaya Pencegahannya

Belajar Digital Marketing untuk Pemula!

12 Kebiasaan Sederhana Sehari-hari Versiku