Pahami Karakter Anak, Jangan Pernah Bandingkan Anakmu!

Setiap anak punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi, jangan pernah bandingkan anakmu. Mau itu sama saudara atau orang lain. Tiap orang punya kelebihan dan keunikan yang berbeda-beda. Kita pandang dari segi positifnya. Temukan bakatnya dan poles kekurangannya.

1. Anak pertama perempuan 

Sifatnya keibuan dan anak pertama egonya paling tinggi. Tugasnya kalau di rumah menyapu dan cuci baju. Pintar matematika dan menulis. Anak IPA. Paling pintar pelajaran. Paling sabar. Jurusan Teknik Informatika. Kerjanya dibalik layar kayak kerja di IT Konsultan, Penulis lepas, dan operator sekolah. Zaman perjuangan pernah kerja jahit sepatu boots 3 bulan. Yang paling rajin sholat dhuha.

2. Anak Kedua Perempuan

Sifatnya penurut dan rendah hati. Tugasnya kalau di rumah cuci piring dan seterika baju. Selalu merasa bodoh tapi rajin. Pintar bersosialisasi. Gampang nangis. Anak IPS. Paling banyak temannya. Jurusan PGSD. Kerjanya ngajar anak SD. Zaman perjuangan pernah jadi kasir 2 tahun sambil kuliah. Yang paling rajin sholat tahajud.

3. Anak Ketiga laki-laki

Pintar bahasa inggris dan organisasi. Yang paling dermawan sering ngasih uang ke saudara dan orang tua. Paling pendiam. Anak IPA. Tugasnya kalau di rumah benerin kabel-kabel kadang bantu masak dan cuci baju. Jurusan Sastra Jepang. Zaman perjuangan anaknya sangat hemat dan pandai mengatur keuangan. Kerjanya sekarang kadang pegang laptop dan kadang komunikasi sama orang. Yang paling baik sama orang lain.

4. Anak Keempat Perempuan

Paling cerewet tapi masih penurut.  Pintar MC dan pelajaran sosial. Paling centil yang paling suka make up dan belanja baju. Tugasnya kalau di rumah masak. Anak IPS. Jurusan PGSD. Zaman perjuangan pernah jualan online sambil kuliah. Yang paling rajin hafalan. Kerjanya ngajar anak SD.

          Foto wisuda adikku yang terakhir

Ingat! Jangan Suka Bandingkan Anak Kamu!


Tahukah kamu bahwa suka membandingkan anak dapat memberikan efek negatif bagi tumbuh kembangnya. Sebab, setiap anak lahir dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing.


Inilah Akibat Suka Membandingkan Anak!


Nah, berikut ini ada beberapa akibat buruk dalam diri seorang anak jika sering dibandingkan-bandingkan baik dengan temannya maupun saudarannya. Kira-kira apa saja akibatnya? Yuk simak ulasan lengkapnya berikut ini:


Gampang Sedih dan Murung


Sebagai orang tua jika kamu sering membandingkan anak dapat membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang gampang sedih dan murung. Dan jika dibiarkan terus-menerus bisa semakin berbahaya sebab anak akan sulit menghadapi tantangan hidup sebab sering merasa sedih dan gelisah. Dan yang paling buruk dapat menyebabkan anak gampang depresi.


Selain itu, jangan terlalu keras dengan anak dan jangan terlalu memanjakannya.


Gampang Minder


Selain tumbuh menjadi pribadi yang gampang sedih, anak juga bisa gampang minder jika selalu dibanding-bandingkan. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya jangan terbiasa menyalahkan anak. Untuk itu, berikan kepercayaan kepada mereka untuk berpendapat dan mengungkapkan perasaannya.


Selalu Menyalahkan Dirinya


Anak kamu tumbuh menjadi pribadi yang selalu menyalahkan dirinya? Ini biasa nya terjadi karena kamu sering membanding-bandingkannya dengan orang lain. 


Jadi setiap ada masalah anak selalu menyalahkan dirinya dan hal ini dapat memicu terjadinya depresi. Untuk itu, ketimbang fokus ke kekurangan anak, sebaliknya gali potensi dalam diri anak.


Pribadi yang Individualis atau Kurang Bersosialisasi


Karena merasa selalu dibanding-bandingkan dengan orang lain. Menyebabkan anak menjadi pribadi yang gampang sedih dan kurang percaya diri. Hal ini dapat membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang individualis atau kurang bersosialisasi.


Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya ajak anak keluar rumah untuk bermain bersama teman-temannya. Dan jangan pernah batasi pergaulannya selama masih positif.


Pribadi yang Introvert


Akibat membandingkan anak yang lainnya adalah mereka tumbuh menjadi pribadi yang tertutup. Solusinya jangan sering memarahinya dan menyalahkannya. Ajak mereka berkomunikasi layaknya seorang teman agar mereka bisa semakin terbuka.


Tanyakan juga secara lembut bagaimana perasaannya? Dan apa yang mereka butuhkan dan inginkan.  


Selalu Overthinking


Sifat buruk yang bisa tumbuh dari anak yang suka dibanding-bandingkan adalah terlalu banyak pikiran. Hal ini bisa disebabkan karena anak selalu disalahkan sehingga mereka merasa serba salah saat menghadapi pilihan dalam hidup.


Kurang Dekat dengan Orang Tua


Akibat selalu dibanding-bandingkan, anak juga bisa menjadi pribadi yang kurang dekat dengan orang tua. Sebab mereka mereka kurang nyaman untuk bisa berkomunikasi dengan kedua orang tuanya.


Bakatnya Kurang Terasah


Terlalu fokus dengan kekurangan anak, akan membuat potensi anak kurang terasah. Untuk itu, daripada fokus kekurangan anak, sebaiknya tonjolkan bakatnya. Caranya beri ruang kepada anak untuk menjalani hobinya dan jika perlu sesekali pujilah mereka.


Banyak sekali bakat anak yang bisa digali. Misalnya saja melukis, menulis, berolahraga, menyanyi, menari, dan lainnya.


Pribadi yang Keras Kepala


Dampak buruk lainnya adalah anak tumbuh menjadi pribadi keras kepala. Hal ini disebabkan karena anak dididik dengan keras dan suka dibanding-bandingkan. 


Untuk itu, sebaiknya jangan terlalu kasar dengan anak. Boleh tegas asalkan jangan marah secara berlebihan.


Itulah akibat suka membandingkan anak yang dapat menyebabkannya memiliki sifat negatif. Agar hal tersebut tidak terjadi, sebaiknya bunda jangan membiasakannya karena hal ini dapat merusak mental anak.


#parenting #parenting anak #pendidikan karakter #dampak salah polah asuh #kesalahan parenting





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejahatan Komputer di Indonesia dan Upaya Pencegahannya

Biografi Singkat 💌

Belajar Digital Marketing untuk Pemula!