Cara Mengatasi Kegalauan Saat Masih Lajang

Sebagai wanita yang masih lajang di usia 30 an awal. Pasti merasa sering galau memikirkan takdir atau masa depan. Dan terkadang kita merasa putus asa. 

Dan seringnya saya lebih banyak memikirkan permasalahannya ketimbang solusinya. Berdasarkan dari berbagai sumber dan sebagai pengingat diri sendiri. Ketimbang galau berlebihan sebaiknya lakukan hal-hal berikut ini dalam menanti jodoh.

Intropeksi Diri

Jika masih belum bertemu jodoh. Kamu wajib banyak intropeksi diri. Mungkin Allah belum mempertemukannya karena masih banyak dosa yang kamu kerjakan yang tanpa sadar. 

Mungkin kamu pernah mendzolimi diri sendiri atau orang lain. Atau mungkin ibadahmu masih kurang. Dan akhlakmu masih kurang baik. Perihal jodoh adalah hak Allah. Namun, memperbaiki akhlak adalah kewajibanmu.

Perbaiki Akhlak dan Ibadah

Kita sering mencari kesalahan orang lain. Namun, kita sering lupa untuk memperbaiki kesalahan diri sendiri. Seperti yang dikatakan oleh salah satu guru agama bahwa ingat-ingatlah kejahatanmu pada orang lain. Dan lupakan kejahatan orang lain kepadamu.

Untuk itu, ketimbang mengeluh sebaiknya perbaiki akhlak dan ibadah. Dan ini mungkin jadi alasan mengapa belum bertemu jodohnya. Atau ini bisa menjadi penyebab sulitnya jodoh.

Banyak Berdo'a

Perbanyak juga berdo'a. Jangan sampai berputus asa karena tidak ada do'a yang tidak dikabulkan. 

Berusaha Ikhtiar

Mau berikhtiar dan berusaha membuka diri dengan niat ibadah. Inginnya mencari yang sefrekuensi tapi lebih penting lagi seseorang yang bisa menerima kita dan keluarga kita apa adanya dan yang kita yakin atau cenderung kepadanya. Sebab kita ingin menjalani seluruh hidup kita dengan orang tersebut.

Berbuat Baik dengan Orang Tua

Salah satu jalan dimudahkannya segala urusan adalah berbuat baik kepada orang tua. Hal ini juga yang seharusnya menjadi intropeksi bagi diri saya sendiri. Harus berusaha berbakti kepada orang tua serta mau berusaha membahagiakan orang tua.

Mau Bersilahturahmi

Dan salah satu jalan dibukanya jodoh adalah mau bersilaturrahmi. Baik ke keluarga, tetangga, maupun teman.

Berpasrah dan Berserah 

Dan yang paling penting setelah berusaha cobalah untuk berpasrah dan berserah. Dan yakinlah tugas kita hanya berusaha memperbaiki diri. Jika sudah berusaha selanjutnya berdo'a dan berpasrah.

Memikirkan Apa Niat Awal Sebuah Pernikahan.

Kembali merefleksi diri sebenarnya apa niat kita menikah. Sebagai salah satu jalan ibadah. Dan kita sebagai manusia yang bisa cenderung baik atau buruk tidak bisa memprediksi jalan masa depan kita dan tidak tahu bagaimana jalan yang seharusnya kita tempuh. Semua hanya berlandaskan keyakinan dan kepasrahan. 

Aku tinggal butuh waktu untuk meyakini dan memasrahkan diri bahwa itu jodohku. 

Sedih Pasti Tapi Tetap Evaluasi Diri

Sedih dan rapuh itu wajar dan manusiawi, tapi harus banyak evaluasi diri. Masih banyak kekurangan dan pasrah aja. Yang penting besuk harus lebih baik. Apa yang ditakdirkan pada mu pasti akan kembali padamu. Apa yang tidak pasti akan lepas. Tapi meskipun begitu harus tetap ikhtiar. InsyaAllah rencana Allah yang terbaik.

Ikhlas dan Ridho

Sesuatu yang menjadi takdirmu harus ikhlas dan ridho dengan syarat telah berikhtiar dan berserah. InsyaAllah takdir Allah yang terbaik apapun hasil akhirnya. Tetapi tetap tidak boleh berputus asa.

#Self Reminder







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejahatan Komputer di Indonesia dan Upaya Pencegahannya

Belajar Digital Marketing untuk Pemula!

12 Kebiasaan Sederhana Sehari-hari Versiku