Menikmati Hidup di Desa (A Day in My Life) dan Hidup Hemat di Desa
Di umur yang udah dewasa ini ngerasa lebih tenang. Sebagai anak rumahan yang lebih nyaman di rumah hidup di desa. Tahun ini gak mau ikut kegiatan apa-apa ingin fokus menyendiri tingkatkan ibadah agar hati lebih tenang.
Terinspirasi dari wanita jepang yang mandiri yang apa-apa mengerjakan sendiri. Aku ingin hidupku lebih mandiri, nyaman dan tenang.
Sholat subuh terus ritual ibadah habis itu beres-beres rumah. Mulai beres-beres kamar, menyapu, cuci baju seminggu 3 kali. Mandi sholat dhuha habis itu terus ngerjakan tugas 1 hari 1 artikel. Intinya jam 8.30 sampai jam 12.00 di depan laptop atau pegang handphone.
Habis itu sholat dzuhur terus bantu orang tua sorenya menyapu mandi sholat asar. Terus istirahat. Magrib istirahat baca Al-qur'an sholat isya' dan terawih habis itu jam 9 siap-siap tidur. Terus tidur dengan nyenyak.
Hari jum'at evaluasi kepenulisan. Hari sabtu beres-beres atau bersih-bersih kayak semua isi rumah hingga nata baju atau setrika baju. Hari minggu istirahat main ig atau nonton youtube.
Aku juga mau belajar hemat untuk kebutuhan bulanananku. Tinggal di rumah cuma mikirin kebutuhan pribadi.
Buat uangnya terorganisir pakai ini.
Terus ada penghuni baru buat jadi temanku. Punyanya adikku terakhir perempuanku. Sekarang di rumah.
Sebagai anak rumahan kadang hiburannya nonton youtube kayak lihat keseharian wanita jepang kayak gumi, hamimommy dan bersih-bersih rumah metode Konmari meski masih susah buat menerapkannya. Insight youtube menarik kayak youtubenya Maudy Ayunda tentang cara pandang kehidupan dan Felicia Putri Tjiasaka tentang finansial. Dan kadang nonton kajian dan acara Hafiz qur'an di TV.
Terus tahun ini pengen meningkatkan ibadah dengan menambah ibadah sunnah. Soalnya tahun kemarin merasa kurang ibadah mumpung masih berjumpa dengan bulan Ramadhan. Di umur yang dewasa ini udah gak mikirin jodoh insyaAllah nanti kalau udah waktunya nikah juga nikah. Kalau dipikirin nanti tambah pusing.
Ultahku 24 Februari
Komentar
Posting Komentar