Refleksi Tiang Agama


Bagi umat islam bulan ramadhan adalah bulan yang sangat spesial. Pasalnya di bulan ini umat islam diberikan kesempatan untuk mendapatkan diskon besar-besaran dari tuhan. Di bulan ini kita diberikan peluang untuk mendapatkan rahmat, magfiroh serta ampunan dari Allah SWT. Selain itu, segala kebaikan yang kita lakukan akan dilipat gandakan. Jadi, sangat disayangkan jika kita melewatkan kesempatan yang luar biasa ini.

Ada juga yang bilang bahwa bulan ini juga bisa menjadi awal yang baik untuk kita belajar mengistiqomahkan segala amalan kebaikan kita. Salah satunya yaitu memperbaiki kualitas tiang agama kita yaitu sholat. 

Pernah kita dengar bahwa bagaimana bisa seseorang yang sholatnya rajin tetapi memiliki akhlak yang buruk. Padahal hakikatnya keutamaan sholat adalah untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar.
Pada suatu kesempatan saya juga pernah bertanya pada seorang teman. Kenapa akhir-akhir ini saya sedikit berubah lebih mudah marah dan sangat sensitif. Padahal dulu saya sangat tenang. Kemudian seorang teman bertanya balik kepada saya. 
"Bagaimana kualitas sholat kamu, apakah sudah benar?", jelasnya. Seketika saya tertegun dan merefleksi bagaimana kualitas tiang agama saya. Ternyata saya masih harus banyak belajar memperbaiki diri dan selalu mengistiqomahkannya dengan kelemahan saya sebagai manusia yang sering lalai. Dan dipikiran saya kembali mencoba mengumpulkan memori bagaimana seharusnya sholat yang benar seperti yang dicontohkan oleh rosulullah nabi muhammad SAW.

Sholat tepat waktu, khusyu serta menjadikannya sebagai kebutuhan bukan kewajiban. Dan perbanyak berdzikir dan curhat kepada pemilik hati setiap hambaNya setelah sholat. Mungkin saat ini sebatas itu pemahan saya tentang sholat yang benar. Semoga dengan ini segala perbuatan kita terjaga dari perbuatan keji dan mungkar dari selesai salam hingga takbir lagi.

Dan mungkin masih banyak ibadah-ibadah lain yang perlu saya perbaiki baik secara kualitas maupun kuantitas terutama di bulan yang saya tunggu-tunggu ini. Sebagai manusia yang terkadang masih labil saya masih dan ingin terus belajar menjadi lebih baik, meski saya sadar masih penuh kekurangan di sana-sini. Akan tetapi semoga tulisan ini bisa menjadi kebaikan atau manfaat untuk orang lain, karena hakikatnya kebaikan itu akan kembali lagi ke saya.

Ditulis: 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejahatan Komputer di Indonesia dan Upaya Pencegahannya

Belajar Digital Marketing untuk Pemula!

12 Kebiasaan Sederhana Sehari-hari Versiku