Kerja di Balik Layar dan Teman Kerja Perempuan
Lebih suka kerja dibalik layar ketimbang di depan layar. Teman kuliah kelompok kebanyakan perempuan tapi tetap bisa sewaktu-waktu berkelompok dengan teman laki-laki. Padahal kebanyakan mahasiswanya laki-laki.
Teman kerja kebanyakan sesama perempuan. Tapi bisa juga kerja dengan teman laki-laki. Jadi, kebanyakan interaksinya dengan sesema teman wanita lebih terjaga. Waktu sekolah, waktu kuliah waktu kerja dihormati teman-teman laki-laki. Malah ada yang mangil ustadzah. Tapi tetap berinteraksi dengan teman-teman laki-laki tapi sewajarnya dan seperlunya.
Tapi kadang kerja pakai bajunya kayak agak pas di badan. Tapi kadang kayak guru yang longar dan panjang. Tapi tetap kerudungnya panjang sedada. Kuliah juga gitu malah awal kuliah bajunya pendek 3/4 tapi pakai jaket dan pakai celana. Lama-lama agak syar'i. Tapi, kadang juga pakai gamis longar. Tapi tetap wajar kayak muslimah lainnya. Di rumah selalu pakai kerudung.
Waktu kuliah tetap mau naik motor sama laki-laki tapi sifatnya urgent biar gak egois mendzolimi orang lain. Demi kepentingan organisasi, demi kepentingan kerja udah itu aja. Itupun terpaksa. Tapi di rumah insyaAllah gak pernah.
Meskipun gak begitu bisa naik motor, padahal udah belajar dari SMP. Tetap bisa jaga diri mending naik sepeda listrik.
Pas kerja di pabrik penjahit sepatu kulit temannya perempuan semua, di IT Konsultan teman kerja sedevisi perempuan. Penulis lepas teman kerjanya perempuan. Jadi, operator interaksinya masih didampingi guru perempuan. Jadi, insyaAllah terjaga.
Tetap aku shalihah. Kangen temanku kuliah dan teman kerja. SEDIH. ALHAMDULILAH SELALU DALAM LINDUNGAN ALLAH. TETAP BLANTER TAPI TETAP BISA JAGA DIRI.
SEMUA KALANGAN BISA BERTEMAN, SEMUA ORMAS BISA BERTEMAN, SEMUA AGAMA BISA BERTEMAN.
Hati yang bersih dan hati yang tulus. Yang beda agama aja menghormati apalagi yang seagama.
Kok sombong lagi :)
Komentar
Posting Komentar